Konon sejak bermulanya manusia, mata hati telah dilahirkan dan menyertainya senantiasa. bangsa kurun mana yang tak pernah mendengar? yakinlah tiada. Tentu, setiap manusia yang bermata hati, akan mendengarnya setiap saat bahkan setiap detak nadinya alias sepanjang nafasnya ada. Kata hati menatap dunia dari zaman purbakala, zaman batu, maupun zaman kini yang berhiaskan warna -warni dan pernik kehidupan ini.
mari kita mulai, melihat seluruh raga dan jiwa kita, apakah kita masih merasakan memiliki mata hati? Masih bisakah kita melihat sesuatu dengan garis vertikal dan horisontal ..........?
mari kita mulai, melihat seluruh raga dan jiwa kita, apakah kita masih merasakan memiliki mata hati? Masih bisakah kita melihat sesuatu dengan garis vertikal dan horisontal ..........?
Ki Soerya Mentaram mengungkapkan dalam tulissannya : Jiwa yang imbang adalah jiwa yang mampu meniti kedua garis dalam kehidupan nyata. Ketika seseorang meraba dadanya dan mengatakan " ya Tuhan.... terimakasih ... " maka nama itu masih utuh, dan tak pernah berubah. Tetap "matahati" yang akan memberikan komposisi balancing dalam pola laku dan celatunya( perkataan =perbuatan).
Saudaraku, mari merogoh kedalaman jiwa kita, masih adakah mathati kita di tengah hingar bingar globalisasi, meski telah diramalkan oleh Ki Jagabaya selebritis Kediri pada masanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar