Ketika situasi kurang menguntungkan, atau kurang menyenangkan, maka bathin diri kita pun mengalami pergolakan. Pergolakan yang tak bisa selesai ketika kita belum menemukan senyuman mata hati kita yang paling dalam. Ada empat pilar berbayang dalam kedalaman hati kita. Apa itu ? So keempatnya memiliki ruang gerak yang berbeda meski dalam satu kesatuan makna.
Pertama adalahIman/keyakinan. Tiap orang punya keyakinan, entah kepada apa aatau siapa. Jika lilin keyakinan ini mati, maka kita akan kehilangan kepercayaan. Tak kan tersisa barang secuilpun. Ketika kita mengalami berbagai penderitaan, cobaan, keterpurukan dan saudara-saudaranya, maka kita kehilangan iman/kepercaayaan. Apalgi ketika ita telah meniadakan Yang Maha Pencipta dari kehidupan kita.
Kedua Kasih. jika kasih meninggalkan kita tatkala kita merasa marah, cemburu, sakkit hati, kesal dan kroni-kroninya, maka hilanglah kasih ita. Ta mampu kita menampakkan kasih, bahkan tak mampu sekedar mendemokan kasih bagi orang lain.Yang tertemukan hanya ketiddaknyamanan an ketidakbahagiaan belaka. Itulah kematian lilin kasih dalam dri kita.
Ketiga Persahabatan/persaudaraan. Sebagai makhluk pribadi/unik, kita tak bisa menghindari kalau kita juga sekaligus makhluk sosial. Dan itu satu - satunya wadah eksploitasi diri berkiprah di dunia nyata. Bukan tergantung, melainkan kita tak mampu sendirian. Percayalah, kegiatan apakah yang bisa dilakukan seorang diri tanpa campur tangan dan campur kaki orang lain ... ?
Jika lilin persahabatan mati, apalah artinya hidupmu?
Keempat, tapi jangan khawatir. Andai ketiganya mati, dan jika anda punya nyala lilin yang keempat ini, niscaya anda masih dalam batas terselamatkan. Apakah itu ???????? Nyala lilin pengharapan. Jangaaaaaaaaan sampai lilin pegharapan itu mati saudaraku. Sebab jika lilin pengharapan itu mati, mati pulalah matahatimu. The End """
Sabtu, 18 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

good
BalasHapus