Jelang siang mentari tak tertahan teriknya. Kala sang pembungkus badan meneriakkan lagu kepanasan, maka peluh bercucuran menggerayangi sekujur badan. Adakah penyeka wajah yang lembut mnegenag jiwa, dengan elusan bak sutra supra...?
Sahabat kenapa berbentuk kabut menyelimuti seluruh hidup dan perjuanganku...? Adakah terpikir dalam rencanamu untuk mnghaempaskannku dari relung langit biru...? Mengapa mtahari tak lagi datang mengulurkan cahaya terangnya bagiku, namun cuma radiasi panas tanpa guyuran sang wareh...? Sahabat sejati kan datang dengan sapaan yang berjajar, bukan melentingkan plencungan dengan mata plencung menrunduk pada tengkuk.... . Bataskah erjalanan itu menjadi ujung dari sebuah kebersamaan...?
Sahabat, kenapa kau pegang gunting dan kau tusukkan ke pantatku yang tengah duduk melerai sauh...? APa gerangan yang megubah gelak tawamu menjadi gelak seruan dengki...?
Wahai tatapan matahati, jangan kau tercundangi oleh keangkuhan dunia, pandanglah dengn tajam, apa yang terpampang dalam lajur loji itu...?!!!
Jumat, 03 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

ya ampun pak, ini blog apaan sih?
BalasHapus